RSS Feed

Rabu, 13 Januari 2010

Forum Tanya Jawab

1. Apa tugas seorang desainer grafis ?

Tugas utama seorang desainer grafis adalah menjadi pemecah masalah (problem solver) untuk kebutuhan komunikasi dalam bentuk visual. Misal ada sebuah proyek untuk membuat poster sebuah restoran ayam panggang. Si klien menginginkan produknya tampak menarik, enak dan mengundang selera. Desainer grafis bertanggung jawab untuk mewujudkan komunikasi verbal tersebut menjadi sebuah karya komunikasi visual agar pesan tersebut lebih mudah diterima konsumen dan tentu saja mencitrakan rasa enak, lezat dari produk restoran tersebut.

2. Bagaimana seorang desainer grafis bekerja ?

Ketika seorang desainer grafis menerima brief dari klien, idealnya desainer tersebut bekerja mulai dari menganalisa produk, analisa target audience, merumuskan konsep komunikasi visual dan membuat sketsa solusi visual. Setelah idenya disetujui oleh klien baru dimulai proses visualisasi mulai dari pengambilan gambar (foto atau ilustrasi), artistik, layout, komputerisasi, hingga desain aplikasi ke berbagai media yang dibutuhkan.

3. Dalam desain grafis, apa saja yang perlu dipelajari ?

Pertanyaan ini sering sekali muncul di milis-mils maupun forum desain. Kalau harus dijawab : Tergantung Anda ingin spesialis di bidang apa. Desain Grafis adalah bidang ilmu yang meliputi banyak aspek mulai dari seni, komunikasi, teknologi hingga sosial budaya. Dalam aspek seni rupa misalnya, anda harus mempelajari dasar-dasar seni rupa seperti komposisi, warna, layout, tipografi dan ilustrasi serta aplikasinya dengan teknologi seperti teknik reproduksi grafika, fotografi dan komputer. Karena desain grafis adalah seni rupa terapan, ketika terjun dalam dunia bisnis sebaiknya seorang desainer grafis juga mempelajari ilmu komunikasi, manajemen dan marketing.

4. Bidang apa saja yang membutuhkan desain grafis ?

Mungkin ini juga melanjutkan jawaban untuk pertanyaan sebelumnya. Desain Grafis bukan hanya dibutuhkan dalam industri cetak dan periklanan. Dalam buku "What is graphic design for ?" karangan Alice Twemlow terbitan Roto Vision ditulis tentang berbagai bidang yang membutuhkan desain grafis. Anda bisa memilih salah satunya untuk menjadi desainer grafis spesialis di bidang:
  1. Advertising (desain grafis untuk periklanan)
  2. Software Design (desain untuk user interface software)
  3. Web Design (desain tampilan website)
  4. Movie Production (desain movie title, motion graphic)
  5. Music Visualizer (Visual Jokey, Video Maker)
  6. Game Design (desain tampilan game, desain karakter, environment)
  7. Printing Industry (manajemen produksi, packaging)
  8. Editorial Design (layout koran, desain majalah)
  9. Book Design (desain buku)
  10. Information Design (desain peta, sign system)
  11. Interactive Design (desain aplikasi ATM, skenario interaksi user)
  12. Branding Company (logo, identitas, brand developer)
  13. Type Design (desain huruf, eksperimen tipografi)

5. Apakah desainer grafis harus mengerti tentang cetak-mencetak ? ?

Ya. Sebaiknya...bla bla bla

6. Bagaimana menghitung harga sebuah desain ?

Menghitung biaya desain memang susah gampang, sangat relatif dan tergantung berbagai aspek seperti level intelektualitas si desainer, biaya operasional, upah minimal, tingkat kesulitan, hingga jumlah jam kerja. Berikut ini rumus mengitung harga desain yang mungkin bisa dipakai. Ini bukan rumus pasti, hanya sebagai acuan atau referensi saja.
RUMUS HARGA DESAIN oleh Thomas Dian feat. Ipung Motha
Evaluasi : Herman Saksono

-------------------------------------------------------------------
Hs= (A x B x V) (V/n) + (C x V)
-------------------------------------------------------------------

Hs= harga desain
A= upah harian buruh terendah di daerah tempat bekerja
B= nilai intelektualitas subyektif (Newbie = 3, Average = 6, Profesional = 12) (atau diantarnya)
C= biaya operasional (listrik, komputer, internet, transport, print, presentasi) (dihitung perhari)
n= jumlah hari kerja (1 hari kerja = 7jam)
V= beban pekerjaan (spesial request, tingkat kesulitan, konsep, artistik, dll) (dihitung hari)

Contoh :

AVERAGE REGULER, n=4 V=4
--------------------------------------------------------------------
(20.000 x 6 x 4) (4/4) + (80.000 x 4) = 800.000
--------------------------------------------------------------------
Upah harian = 800.000 / 4 = 200.000

AVERAGE SPEED ORDER, n=2 V=4
--------------------------------------------------------------------
(20.000 x 6 x 4) (4/2) + (80.000 x 4) = 1.280.000
--------------------------------------------------------------------
Upah harian = 1.280.000 / 2 = 640.000

AVERAGE SLOW ORDER, n=10 V=4 (molor, telat, dll)
---------------------------------------------------------------------
(20.000 x 6 x 4) (4/10) + (80.000 x 4) = 512.000
---------------------------------------------------------------------
Upah harian = 512.000 / 10 = 51.200


PROF REGULER, n=4 V=4
---------------------------------------------------------------------
(20.000 x 12 x 4) (4/4) + (80.000 x 4) = 1.280.000
---------------------------------------------------------------------
Upah harian = 1.280.000 / 4 = 320.000

PROF SPEED ORDER, n=2 V=4
---------------------------------------------------------------------
(20.000 x 12 x 4) (4/2) + (80.000 x 4) = 2.240.000
---------------------------------------------------------------------
Upah harian = 2.240.000 / 2 = 1.120.000

PROF SLOW ORDER, n=10 V=4 (molor, telat, dll)
---------------------------------------------------------------------
(20.000 x 12 x 4) (4/10) + (80.000 x 4) = 704.000
---------------------------------------------------------------------
Upah harian = 704.000 / 10 = 70.400

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.